Latar Belakang

Pelestarian dan restorasi hutan sangat penting untuk mencegah perubahan iklim yang paling berbahaya dan untuk mencapai tujuan-tujuan global. Menurut laporan IPCC terbaru, sekitar 10% dari emisi gas rumah kaca global terkait erat dengan deforestasi; di mana sampai dengan 20% dari semua potensi pengurangan diidentifikasi dari sektor pemanfaatan lahan (land-use).  Hutan sangat penting untuk ketahanan pangan, ketersediaan air dan mata pencaharian, oleh karena itu pelestarian dan restorasi hutan ditekankan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang disetujui oleh PBB pada tahun 2015.

Rantai pasokan deforestation-free sangat penting untuk pembangunan rendah emisi. Populasi dunia diprediksi mencapai 9 miliar pada tahun 2050, jumlah makanan yang diperlukan diperkirakan akan bertambah sebesar 70%, selain itu permintaan untuk produk kayu juga akan terus meningkat. Selama beberapa dekade terakhir, permintaan akan makanan dan barang konsumsi yang semakin meningkat seringkali dipenuhi dengan mengorbankan hutan, sehingga pertanian komersial menjadi pendorong utama deforestasi hutan tropis.

Selama beberapa tahun terakhir, negara, perusahaan, masyarakat adat dan organisasi lainnya telah memberikan komitmen yang melebihi tahun-tahun sebelumnya untuk menghentikan deforestasi yang didorong oleh pasar komoditas, dan pada saat yang bersamaan mencapai target reboisasi dan restorasi hutan yang ambisius. Tropical Forest Alliance 2020 didirikan untuk membantu pencapaian komitmen tersebut melalui kerja sama pemerintah-swasta.

Misi Kami

Tropical Forest Alliance 2020 (TFA 2020) adalah kerja sama pemerintah-swasta pada tingkat global di mana para mitra dengan sukarela, secara individu dan bersama-sama, mengurangi deforestasi hutan tropis yang terkait dengan komoditas-komoditas seperti minyak kelapa sawit, kedelai, daging sapi, serta kertas dan pulp. Kerja sama tersebut secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca global, meningkatkan mata pencaharian jutaan petani kecil, melestarikan habitat alami, dan melindungi lanskap hutan tropis untuk generasi mendatang. Ini adalah aspek utama untuk mencapai pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan dan inklusif di negara-negara hutan tropis.

TFA 2020 berada di posisi yang cukup unik untuk mendorong kerja sama lintas sektor berdasarkan pemahaman umum dan pemahaman yang semakin dalam mengenai hambatan dan peluang yang terkait dengan rantai pasokan deforestation-free. Sumbangsih terbesar TFA 2020 adalah sebagai kemitraan para pihak yang memegang peranan penting untuk menerapkan ekonomi global dan lokal yang bersifat deforestation-free, serta menjadikan rantai pasokan yang berkelanjutan sebagai jalur penting menuju perekonomian dan pencapaian SDGs yang lebih baik.

TFA 2020 beserta dengan negara-negara mitra, perusahaan dan organisasi masyarakat sipil bekerja sama untuk:

  • Meningkatkan perencanaan dan pengelolaan yang terkait dengan konservasi hutan tropis, penggunaan lahan pertanian dan kepemilikan lahan
  • Membagikan praktik-praktik terbaik untuk hutan tropis, konservasi ekosistem dan produksi komoditas, termasuk bekerja sama dengan petani kecil dan produsen lain untuk melakukan intensifikasi pertanian berkelanjutan, mendorong penggunaan lahan terdegradasi dan reboisasi
  • Menyediakan keahlian dan pengetahuan untuk membantu pengembangan komoditas dan pasar komoditas olahan yang mendorong konservasi hutan tropis
  • Meningkatkan pemantauan deforestasi hutan tropis dan kerusakan hutan untuk mengukur perkembangan

Sejarah Kami

Tropical Forest Alliance 2020 didirikan pada tahun 2012 di Rio+20 setelah Consumer Goods Forum (CGF) berkomitmen untuk mencapai zero net deforestation pada tahun 2020 untuk rantai pasokan minyak kelapa sawit, kedelai, daging sapi, serta pulp dan kertas pada tahun 2010. CGF bermitra dengan pemerintah AS untuk membuat aliansi pemerintah-swasta dengan misi memobilisasi semua pelaku untuk bekerja sama dalam mengurangi deforestasi hutan tropis yang didorong oleh pasar komoditas.

Jumlah mitraTFA 2020 terus bertambah dan para pelaku utama yang berkomitmen untuk mengatasi deforestasi senantiasa diajak bergabung dalam TFA 2020 untuk mendukung komitmen para mitra TFA 2020, yakni mengurangi deforestasi di negara-negara hutan tropis. Sejak bulan Juni 2015, Sekretariat Tropical Forest Alliance bertempat di kantor World Economic Forum di Jenewa, dengan bantuan finansial dari pemerintah Belanda, Norwegia dan Inggris.